GMF jajaki perawatan 20 pesawat Southern Air

21 Desember, 2008

PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia menjajaki kontrak perawatan 20 pesawat Boeing 747-200 milik perusahaan penerbangan kargo asal AS, Southern Air senilai US$20 juta

Direktur Utama PT GMF Aero Asia Richard Budihadianto mengatakan saat ini ada empat pesawat kargo Boeing 747-200 milik Southern Air yang perawatan dan perbaikannya dilakukan di GMF.

“Sebanyak tiga pesawat sudah selesai, sedangkan perawatan pesawat keempat di GMF Aero Asia diperkirakan rampung pada 7 September. Total nilai order dari empat pesawat dari Southern Air ini mencapai US$4 juta,” ujarnya kepada Bisnis di sela-sela peluncuran kembali Citilink di Bandara Juanda, Surabaya, Senin.

Richard menjelaskan untuk jangka panjang GMF Aero Asia dan Southern Air akan menjajaki rencana perawatan sekitar 20 unit pesawat kargo jenis Boeing 747 milik perusahaan asal AS itu.

“Untuk kerja sama long term [jangka panjang], kami akan membicarakan dengan Southern Air soal rencana perawatan 20 pesawat kargo milik perusahaan itu,” katanya.

Richard tidak memerinci nilai perawatan untuk setiap pesawat, tetapi dari empat pesawat Southern Air yang dikerjakan GMF rata-rata mencapai US$1 juta per unit.

R. Andi Fajarprabawa, Project Manager Hanggar I GMF, mengatakan keberhasilan menyelesaikan perawatan pesawat milik Southern Air membuktikan kesuksesan GMF merawat pesawat kargo milik maskapai yang terdaftar pada Federal Aviation Administration (FAA). “Hasil perawatan ini sesuai dengan permintaan Southern Air,” katanya.

Menurut dia, selain menjalani perawatan C-Check sejak 8 Mei lalu, pihak Southern meminta pekerjaan tambahan, yakni penggantian landing gear dan perbaikan beberapa panel sayap.

Todd Clement, konsultan Southern Air, mengakui kinerja GMF itu sesuai dengan keinginan maskapainya. “Hasilnya sangat fantastis seperti yang kami harapkan,” kata Clement.

Dengan harga yang kompetitif, GMF dinilai dapat menghasilkan perawatan yang setara dengan perusahaan perawatan pesawat internasional lain.

Target pendapatan

GMF Aero Asia sendiri menargetkan pendapatan meningkat 23% menjadi US$160 juta pada tahun ini, seiring dengan meningkatnya kepercayaan maskapai asing untuk merawat pesawat di fasilitas tersebut.

Richard mengatakan maskapai penerbangan asing selama ini mengakui kemampuan dan reputasi GMF dalam perawatan dan perbaikan pesawat terbang.

“Tidak heran jika porsi pendapatan dari usaha perawatan pesawat maskapai asing mencapai 80%, sedangkan pendapatan dari domestik lebih kecil hanya 20%,” ujarnya.

Pada tahun lalu, ungkap Richard, GMF meraih pendapatan US$130 juta. Pesawat yang ditangani GMF sebagian besar bertipe badan lebar, seperti Boeing 747 milik maskapai penerbangan dari AS, Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

Kepercayaan perusahaan penerbangan internasional semakin tinggi menyusul keberhasilan GMF lulus dari audit Federal Aviation Administration (FAA), otoritas penerbangan sipil AS.

“Kesimpulan GMF lulus dari audit FAA berdasarkan hasil audit yang berlangsung pada 19-21 Agustus lalu,” tutur Dwi Prasmono Adji, Corporate Communication GMF.

Audit terhadap GMF ini meliputi sistem mutu dan prosedur, kualifikasi personel, program pelatihan, dan fasilitas perawatan terbang

Entry Filed under: Tak Berkategori. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Tulisan Terakhir